You are here
Home > Wawasan Nusantara > Warisan Ukiran dari Gandhara

Warisan Ukiran dari Gandhara

Dimana itu Gandhara? Gandhara adalah sebuah Kerajaan di Mahajanapada India pada tahun 600 SM. Mahajanapada diterjemahkan kedalam bahasa Inggris sebagai Great Realm yang dalam Bahasa Indonesia berarti Tanah Besar, atau dalam Bahasa Minang kita kenal sebagai Tanah Basa. Istilah Tanah Basa tentunya tidak asing lagi dengan orang minang sebagai karena daerah ini lah yang disebut sebagai titik pangkal berlayarnya nenek moyang orang minang yang dalam Tambo Alam Minangkabau disebut sebagai Sultan Maharaja Diraja. Namun kita hanya tahu Tanah Basa itu adalah India tanpa mengetahui, India bagian mana.

Secara tidak sengaja kami menemukan ukiran dari Gandhara berikut ini ketika mempelajari Kebudayaan Hellenisme yang berkembang di Lembah Sungai Indus. Lembah Sungai Indus atau Lembah Hyphasin adalah lokasi paling ujung yang dikunjungi oleh Alexander Agung ketika menaklukkan daerah-daerh timur. Alexander Agung berhenti di sini dan kembali pulang setelah menaklukkan Antiokhia (Turki), Persia (Iran) dan Bactria (Afghanistan).

Gandara Scrolls Motif

Sepintas kita akan terasa akrab dengan motif ukiran tersebut. Tebakan saya ternyata benar, motif ini telah kita kenal dalam keseharian kita sebagai motif-motif utama ukiran Rumah Gadang. Dalam motif ukiran Minangkabau kita mengenalnya sebagai motif Si Kambang Manih dan motif Lumuik Hanyuik. Berikut ini adalah gambar kedua motif tersebut :

(a). Motif  Si Kambang Manih

Kambang Manih bungo nan mulia
Timbalan bungo sari manjari
Dicaliah gunung maha biru
Batangkai babuah labek
Balingka baaka cino

Silang bapiuah di salo daun
Buah manih satandan labek
Mainan bundo, simpanan puti
Panyaru dagang di rantau
Pananti alek nan datang

Ukia diulak Tanjuang Bungo
Pakaian Ranah Minangkabau
Latak di muko adaok halaman

Ukia nan tagak surang
Puti bakuruan jo aturan
Baitu warih di Gudam Balai Janggo

Kambang tigo buatan tukang
Indah di dalam maliputi
Adat nan nyato bakambangan

(b). Motif Lumuik Hanyuik


Aka lapuak gagangnyo lapuak
Hiduik nan indak mamilihah tampek
Asa lai lambah inyo lah tumbuah
Dalam aia bagagang juo

Aia hilia lumuik pun hilia
Walau tasalek di ruang batu
Baguba babondoang-bondoang
Aia bapasang lumuik

Bapiuah namun hiduik bapantang mati
Baitu untuangnyo lumuik
Indak mancari tampek diam
Hanyo manompang jo aia hilia

Indak mamiliah tampek tumbuah
Asa kasampai ka muaro
Usah cameh badan kahanyuik
Baguru kito kalumuik

Alam takambang jadi guru
Lahianyo lumuik  nan disabuik
Bathinnyo adat Minangkabau
Dilariak di papan tapi
Ukiran rumah nan di lua
Gambaran adat hiasan alam pusako salamonyo

Dari kebetulan yang tidak diduga-duga sebelumnya bisa diambil sebuah kesimpulan tentang daerah asal nenek moyang orang Minangkabau itu. Bagian misterius dari Tanah Basa tersebut ternyata adalah Gandhara!


Dalam skala yang lebih besar lokasi Gandhara adalah seperti yang ditunjukkan panah merah di bawah ini :

Pada peta pertama kita juga menemukan Kerajaan Cheti di India bagian tengah. Kerajaan Cheti ini merupakan daerah asal dari marga Sembiring (etnis Karo) di Sumatera Utara seperti dituturkan dalam kitab konstitusi Dinasti Pardosi, penguasa negeri Barus. Disebutkan bahwa sumber dari segala sumber hukum di kerajaan tersebut berasal dari adat Batak, Bugis, Cheti, Islam dan lain-lain. Selengkapnya tentang pengaruh Kerajaan Cheti di daerah Karo bisa dibaca di artikel Orang Cheti dan Teka Teki Marga Sembiring.

More from this site

  • Perkembangan Suku/Klan di MinangkabauPerkembangan Suku/Klan di Minangkabau 1. Suku Asal Kata suku dari bahasa Sanskerta, artinya “kaki”, satu kaki berarti seperempat dari satu kesatuan. Pada mulanya negeri mempunyai empat suku, Nagari nan ampek suku. Nama-nama […]
  • Konfederasi Kota, Pemerintahan Nagari ala Kerajaan ChampaKonfederasi Kota, Pemerintahan Nagari ala Kerajaan Champa Champa adalah nama negeri yang akrab dalam literatur tambo dan kaba klasik Minangkabau. Nama negeri ini identik dengan nama tokoh Harimau Campa yang merupakan anggota rombongan nenek […]
  • Kebudayaan Hellenisme, dari Lembah Sungai Indus ke MinangkabauKebudayaan Hellenisme, dari Lembah Sungai Indus ke Minangkabau Misteri soal mitos orang Minangkabau sebagai keturunan dari Iskandar Zulkarnain (Alexander Agung dari Macedonia) tidak henti-hentinya menjadi bahan perdebatan sekaligus penelitian. […]
  • Kerajaan SalakanagaraKerajaan Salakanagara 1. Sejarah Salakanagara, berdasarkan Naskah Wangsakerta - Pustaka Rajyarajya i Bhumi Nusantara (yang disusun sebuah panitia dengan ketuanya Pangeran […]
  • Kerajaan DharmasrayaKerajaan Dharmasraya 1. Sejarah Dharmasraya merupakan nama ibukota dari sebuah Kerajaan Melayu di Sumatera[1], nama ini muncul seiring dengan melemahnya kerajaan Sriwijaya setelah serangan Rajendra Coladewa […]
  • Suku SundaSuku Sunda Suku Sunda Suku Sunda adalah kelompok etnis yang berasal dari bagian barat pulau Jawa, Indonesia, dari Ujung Kulon di ujung barat pulau Jawa hingga sekitar Brebes (mencakup […]

Leave a Reply

two × 5 =

Top