|
|
By Refrizon Simaboa, on August 17th, 2010
Gajah Mada menyatakan dalam Sumpah Palapa: Sira Gajah Mada pepatih amungkubumi tan ayun amukita palapa, sira Gajah Mada : Lamun huwus kalah nusantara ingsun amukti palapa, lamun kalah ring Gurun, ring Seram, Tanjungpura, ring Haru, ring Pahang, Dompo, ring Bali, Sunda, Palembang, Tumasik, samana ingsun amukti palapa.
Istilah Tanah Air, diperkenalkan pertama kali oleh M.Yamin dalam sebuah Puisi di tahun 1922 berjudul Tanah Air.. Baca Selengkapnya…
By Refrizon Simaboa, on August 22nd, 2008
Nordic adalah istilah yang digunakan untuk menyebut kumpulan lima negara-negara yang terletak di utara Eropa yaitu Denmark, Norwegia, Swedia, Finlandia dan Islandia. Kumpulan negara-negara di kawasan ini juga dikenal Baca Selengkapnya…
By Refrizon Simaboa, on August 22nd, 2008
Doktrin SARA (suku agama ras antar golongan) merupakan doktrin yang di propagandakan semasa orde baru demi stabilisasi kekuasaan pemerintah Orba di bawah pimpinan Suharto. Doktrin ini konstruktif bagi Suharto dan pemerintah Orbanya akan tetapi destruktif bagi mentalitas anak bangsa Nusantara yang efeknya masih terasa bagi generasi saat ini. Bahkan di era reformasi di era demokratisasi doktrin ini ternyata masih efektif digunakan oleh berbagai pihak Baca Selengkapnya…
By Refrizon Simaboa, on August 22nd, 2007
Ikrar Pemuda atau yang lebih dikenal saat ini sebagai Sumpah Pemuda merupakan pembaharuan semangat untuk mengembalikan kejayaan Peradaban Nusantara. Bukan pernyataan tekad untuk membentuk bangsa Baru, nama Indonesia memang Baru, namun entitas dan wilayah tidak berubah, dan aktor-aktor utama reformisnya tetap dari Baca Selengkapnya…
By Refrizon Simaboa, on August 22nd, 2007
Pasca Pamalayu II Nusantara mulai ambruk, Konfederasi Majapahit bergerak ke sistem sentralistik (monarchi absolut) karena sentimen jawa dan Non-Jawa mulai berkembang dikedua pasak Nusantara(Malayu dan Jawa). Dan hal ini dimanfaatkan oleh Imperialisme Islam Arabia lewat Samudera Pasai, sebuah kerajaan kecil di utara Sumatera dan telah berdiri jauh sebelum konfederasi . Baca Selengkapnya…
By Refrizon Simaboa, on August 22nd, 2007
Pasak Nusantara adalah sokoguru sekaligus penggerak Peradaban Nusantara yang Agung sejak awal kedatangan masyarakat Deutromalayu ke kepulauan Nusantara yang dari dulu hingga saat ini terdiri dari dua entitas. Sokoguru ini bisa diartikan etnis dan wilayah.. Baca Selengkapnya…
By Refrizon Simaboa, on August 22nd, 2007
Federasi Republik Indonesia merupakan bentuk wadah Peradaban Nusantara masa depan dan paling cocok dengan karakter Anak Bangsa Nusantara Indonesia yaitu Masyarakat Sosialis Nusantara. Masyarakat Nusantara yang berkarakter anti kekerasan/humanis, Sosialis, demokratis, Open Society, Pluralis dan hanya bisa diwadahi dalam bentuk sistem kenegaraan yang Federalis jika ingin kembali berjaya dan membangun Peradaban Nusantara yang gemilang… Baca Selengkapnya…
By Refrizon Simaboa, on August 22nd, 2007
Pendirian NKRI dengan cara non-militer merupakan manifestasi langsung dari karakter asli bangsa Nusantara. Namun bentuk negara yang sentralistik bertentangan dengan karakter awal pendirian Paradaban Nusantara sejak abad ke-2 SM, dimana kekuatan sentralistik yang cenderung menindas sangat perlu dihindari, desetralisasi berbentuk konfederasi dan federasi merupakan bentuk sistem kekuasaan yang Khas bangsa Nusantara. Akan tetapi karena pengaruh Imperialisme Barat (Arabia dan Eropa) maka sistem negara kesatuan akhir terpaksa dicoba… Baca Selengkapnya…
By Refrizon Simaboa, on March 22nd, 2007
Rusia pada masa kini tidak terlepas dari posisi sebelumnya sebagai negara Super Power yang memberikan keleluasaan bagi Moskow pada saat itu untuk melindungi bangsa-bangsa di dunia dari ancaman Amerika Serikat dan sekutunya dengan “payung sosialisme”. Rusia pada masa Uni Soviet mengerahkan kekuatan militernya ke berbagai negara di kawasan dunia, tetapi sejak runtuhnya Uni Soviet pada Desember 1991, bangsa Rusia memperlihatkan upaya mendekatkan diri dengan ide-ide demokrasi dan Baca Selengkapnya…
By admin, on September 3rd, 2006
Haji Agus Salim (lahir dengan nama Mashudul Haq (yang bermakna “pembela kebenaran”); lahir di Koto Gadang, Agam, Sumatera Barat, 8 Oktober 1884 – meninggal di Jakarta, 4 November 1954 pada umur 70 tahun) adalah seorang pejuang kemerdekaan Indonesia.
Latar belakang
Agus Salim lahir dari pasangan Angku Sutan Mohammad Salim dan Siti Zainab. Ayahnya adalah seorang kepala jaksa di Pengadilan Tinggi Riau.
Pendidikan dasar ditempuh di Europeesche Lagere School (ELS), sekolah khusus anak-anak Eropa, kemudian dilanjutkan ke Hoogere Burgerschool (HBS) di Batavia. Ketika lulus, ia berhasil menjadi lulusan terbaik di HBS se-Hindia Belanda.
Setelah lulus, Salim bekerja sebagai penerjemah dan pembantu notaris pada sebuah kongsi pertambangan di Indragiri. Pada tahun 1906, Salim berangkat ke Jeddah, Arab Saudi untuk bekerja di Konsulat Belanda di sana. Pada periode inilah Salim berguru pada Syeh Ahmad Khatib, yang masih merupakan pamannya.
Salim kemudian terjun ke dunia jurnalistik sejak tahun 1915 di Harian Neratja sebagai Redaktur II. Setelah itu diangkat menjadi Ketua Redaksi. Menikah dengan Zaenatun Nahar dan dikaruniai 8 orang anak. Kegiatannya dalam bidang jurnalistik terus berlangsung hingga akhirnya menjadi Pemimpin Harian Hindia Baroe di Jakarta. Baca Selengkapnya…
|
|
Fren